MAKALAH TENTANG SEDIAAN
AEROSOL

Disusun Oleh :
Kelompok : VI
1.
Himatul Aslamiyah SK 411.006
2.
Yunina Eka Dewi SK 411.015
3.
Tika Puji Hastuti SK 411.024
PROGRAM STUDI
FARMASI ( DIII )
SEKOLAH TINGGI ILMU
KESEHATAN KENDAL
2011
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Berbagai
jenis bahan obat dapat digunakan atau diberikan pada tubuh dalam bentuk sediaan
aerosol. Bentuk sediaan ini dapat digunakan baik secara oral maupun topikal.
Bukan hanya sediaan farmasi saja dapat ditemukan dalam bentuk aerosol, berbagai
kosmetik juga saat ini dengan mudah ditemukan dalam bentuk aerosol. Bentuk
sediaan ini pada umumnya sering ditemukan untuk pengobatan saluran pernafasan
misalnya untuk penanganan simptomatis pada penyakit asma, aerosol topical untuk
pengobatan akne (jerawat), dan kosmetik sepertistyling foam untuk penataan
rambut. Dalam makalah ini akan dipaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan
bentuk sediaan aerosol yang meliputi definisi, keuntungan, komposisi,
pengemasan, pelabelan serta berbagai jenis penggunaan dan contoh formula
aerosol.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Aerosol adalah bentuk
sediaan yang mengandung satu atau lebih zat aktif dalam wadah kemas tekan
berisi propelan yang dapat memancarkan isinya berupa kabut hingga habis, dapat
digunakan untuk obat dalam maupun obat luar dengan menggunakan propelan yang
cocok.
Aerosol farmasi adalah bentuk
sediaan yang diberi tekanan yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang
bila diaktifkan dapat memancarkan butiran-butiran cairan dan/atau bahan-bahan
padat dalam media gas.
Arosol sendiri
didefinisikan sebagai sistem koloid yang mengandung partikel-partikel padat
atau cairan yang sangat halus yang terbagi-bagi didalam dan dikelilingi oleh
gas. Ukuran partikel-partikel bahan aktif berkisar antara 0,5 hingga 10
mikrometer, untuk meminimalisir penghantran dan penyimpanannya dalam cairan
pernafasan. Sebagian besar menyetujui bahwa ukuran 3 hingga 6 mikrometer adalah
yang paling efektif. Jika partikel-artikel bahan aktif lebih besar dari 10
mikrometer, maka akan tersimpan atau tertahan pada saluran pernafasan bagian
atas. Sementara jika ukuran partikel kurang dari 0,5 mikrometer, maka akan
dikeluarkan ata melekat pada dinding-dinding mulut setelah fase ekshalasi.
2.2 Keuntungan
Ø Onset yang cepat
dalam memberikan aksinya
Ø Tidak melaui
mekanisme first-past effect
Ø Menghindari
terjadinya degradasi pada saluran gastrointestinal
Ø Dosis yang
rendah yang dapat meminimalkan reaksi sampingan/lanjutan
Ø Titrasi dosis
untuk tiap individu yang membutuhkan dan cocok untuk pemberian obat sesuai
keperluan
Ø Rute alternatif
bila bahan aktif berinteraksi secara kimia atau fisika dengan obat lain yang
diberikan bersamaan
Ø Pilihan
alternatif bila terjadi penghambatan farmakokinetik padaa pemberian oral atau
parental
Ø Mudah dibawa
(baik untuk penanganan pada saat kondisi pernafasan akut misalnya pada pasien
atshma)
Ø Lebih murah
Ø Tersegel baik
dan meminimalkan oksidasi terhadap bahan terapeutik dan kontaminasi mikroba
Ø Efektif untuk
penanganan gangguan pernafasan
2.3 Kerugian
Bentuk sediaan
aerosol dalam bentuk MDI (Meterd Dose Inhalers):
Ø MDI biasanya
mengandung bahan obat terdispersi dan masalah yang sering timbul berkaitan
dengan stabilitas fisiknya
Ø Seringnya obat
menjadi kurang efektif
Ø Efikasi klinik biasanya
tergantung pada kemampuan passien menggunakan MDI yang baik dan benar.
Gambar aerosol
fasttrack pharmaceutics-dosage form and design p.188

Gambar cara
penggunaan aerosolinhalasi :fasttrack-dosage form design p.195

2.4 Prinsip aerosol terdiri dari 2 komponen:
Ø Cairan pekat
produk yaitu zat aktif yang dicampur dengan bahan pembantu yang dibutuhkan
(antioksidan, emulgator, suspending agent, pelarut) untuk kestabilitas dan
efektifitas produk
Ø Pendorong
(propelan) yaitu gas atau campuran gas cair yang diberi tekanan. Bisa juga
berfungsi sebagai pelarut atau pembawa cairan pekat produk
2.5 Komponen dasar aerosol:
Ø Wadah
Ø Propelan
(pendorong)
Ø Konsentrat (zat
aktif)
Ø Katup (valve), merupakan bagian yang mendasar dari
kemasan aerosol atau kemasan bertekanan dimana mekanisme katup/ valve ini
mengeluarkan isi kemasan adalah dengan memancarkannya keluar. Tujuannya adalah:
a.
Membawa cairan dari dasar container atau wadah menuju
katup pada bagian atas
b.
Mencegah kehilangan propelan tanpa penggunaan isi
kemassan (bila digunakan sesuai dengan petunjuk)
Ø Penyemprot
Definisi propelan (pendorong) sendiri adalah
bagian bahan dari aerosol yang berfungsi mendorong sediaan keluar dari wadah
lewat saluran, katup sampai habis. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai
solvent atau cosolvent. Bahan-bahan yang digunakan sebagai propelan
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
- Gas yang
dicairkan :
1.
hidrokarbon klorinasi fluorinasi (halocarbon)
2.
hidrofluorokarbon
3.
hidroklorokarbon
4.
hidrokarbon
5.
ester hidrokarbon
- Gas yang
dikompres: nitrosa
2.6 Penggunaan Aerosol
Aerosol dapat digunakan sebagai berikut:
- Topikal pada kulit yaitu meliputi preparat yang
digunakan sebagai antiseptik, antimikotik, antipruriginosis, antialergik
luka bakar dan anestesi lokal. Contohnya: sediaan yang beredar di
masyarakat adalah Rogaine Foam mengandung 5 % minoxidil yang telah
terbukti secara klinis dapat menumbuhkan kembali 85 % rambut pria dalam 16
minggu dengan pemakaian 2 kali sehari.
- Lokal hidung (Aerosol intranasal)
- Lokal mulut (Aerosollingual)
- Lokal paru-paru (Aerosol inhalansi), memiliki kerja
lokal pada selaput mukosa saluran pernafasan. Ukuran partikel berkisar
antara 10-50 mikrometer. Ukuran partikel aerosol inhalansi lebih kecil
dari 10 mikrometer.
bentuk sediaan
untuk saluran pernafasan, yaitu: metered-dose inhaler (MDIs), dry-power
inhaler dan nebulizers. MDIs adalah sistem yang paling umum digunakan selama
lebih dari 50 tahun. Volume produk biasanya 25-100 mikrometer yang dikemas
dalam wadah kaleng kecil (canister).
2.7 Sistem Aerosol:
- Sistem dua fase: sistem aerosol yang paling
sederhana, terdiri dari fase cair yang mengandung propelan cair dan cairan pekat produk serta fase gas.
Sistem ini digunakan untuk formulasi aerosol penggunaan inhalasi atau
penggunaan intranasal. Space spray terdiri dari 2% hingga 20% bahan aktif
dan 80% hingga 98% propelan. Ukuran partikel yang dihasilkan kurang dari 1
hingga 50 mikrometer. Surface coating merupakan produk konsentrat yang
terdiri dari 20% hingga 75% bahan aktif dan 25% hingga 80% prepelan.
Ukuran partikel yang dihasilkan berkisar antara 50 hingga 200 mikrometer.
- Sistem tiga fase: sistem yang terdiri dari lapisan
air-cairan propelan yang tidak bercampur, lapisan pekat produk yang sangat
berair, serta gas.
Ø Sistem dua
lapisan, pada sistem ini propelan cair, propelan gas dan larutan bahan aktif
akan membentuk tiga fase. Propelan cair dan air, tidak bercampur, propelan cair
akan terpisah sebagai lapisan yang tidak bercampur.
Ø Sistem
foam/busa, terdiri dari sistem tiga fase dimana propelan cair tidak lebih dari
10% bobotnya, yang diemulsikan dengan propelan.Jika katup atau valve ditekan,
emulsi akan dikeluarkan melalui nozel dan dengan adanya udara hangat dan
tekanan atmosfer, propelan yang terperangkap berubah menjadi bentuk gas yang
menguap dan mengubah emulsi menjadi foam/busa.
- Sistem gas bertekanan (psia, pound per inci persegi)
Digunakan
untuk produkpadat, spray kering atau foam. Produk ini menggunakan gas inert
seperti nitrogen, karbondioksida, atau nitrogen dioksida sebagai propelan.
2.8 Pewadahan/Pengemasan
Wadah aerosol
dapat digunakan bahan-bahan berikut ini:
- Kaleng timah berlapis baja, merupakan wadah yang
cukup murah untuk melindungi isi kemasan, digunakan sebagai wadah aerosol
produksi skala besar. Umumnya cat rambut dikemas menggunakan wadah ini.
- Aluminium, merupakan kemasan dengan kekuatan
tambahan yang mempunyai ukuran
bervariasi antara 10 mL hingga 45 floz.
- Kaca, untuk bahan-bahan obat dan farmasi, tidak
adanya inkompabilitas, dan juga untuk nilai estetik.
- Plastik, wadah dapat berupa plastic jernih atau
berwarna dengan penambahan pewarna, bahan ini meminimalkan terjadinya
kerusakan (pecah), absorbsi shock selama pengkerutan, dan melindungi
bahan-bahan obat dari sinar UV.
2.9 Cara pengepakan aerosol meliputi:
Ø Cold filling
Ø Pressure filling
2.10 Pelabelan/Penandaan
Sesuai
dengan aturan, produk aerosol harus mencantumkan label sesuai dengan anjuran
pengamanan, seperti:
- Perhatian isi bertekanan
- Jangan menusuk wadah
- Jangan terpapar panas atau simpan pada suhu dibawah
40° C
- Jauhkan dari jangkauan anak-anak
Tetapi, jika
aerosol menggunakan propelan halokarbon atau hidrokarbon maka harus sesuai
aturan FDA, yaitu:
- Perhatian- Jangan dihirup langsung : menghirup isi
dengan sengaja dapat menyebabkan kematian
- Perhatian- Gunakan sesuai petunjuk : penggunaan atau
menghirup dengan sengaja isi kemasan dapat berakibat fatal.
Contoh Formula
aerosol:
1.
Aerosol inhalasi

2.
Aerosol foam (kosmetik / personal care)

DAFTAR PUSTAKA
1.
Ditjen POM RI. Farmakope
Indonesia Edisi Keempat. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. 1995
2.
Ditjen POM RI. Farmakope
Indonesia Edisi Ketiga. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. 1979
3.
Blogspot.com/Pengertian
Aerosol.html / diakses Oktober 2011
4.
Blogspot.com/ Pengertian Sediaan Aerosol.html/diakses November 2011
5.
Drs. H.A. Syamsuni, Apt.Ilmu Resep. Buku Kedokteran.
Jakarta.2006
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Aerosol adalah bentuk
sediaan yang mengandung satu atau lebih zat aktif dalam wadah kemas tekan,
berisi propelan yang dapat memancarkan isinya, berupa kabut hingga habis, dapat
digunakan untuk obat dalam atau obat luar dengan menggunakan propelan yang
cocok. Sediaan aerosol yang beredar dipasaran dapat berupa sediaan farmasi
untuk pemakaian dalam untuk penanganan gangguan pernafasan atau penyakit astma
(misalnya Meptin® inhaler, Berotec® inhaler dan Ventolin® inhaler) juga untuk
pemakaian luar (misalnya etil klorida spray) dan juga untuk produk kosmetik (misalnya jenis styling
foam untuk penataan
rambut). Bentuk sediaan ini
dapat dikemas dalam wadah kaleng, aluminium,
kaca
maupun plastik.