Sabtu, 28 September 2013

aerosol



MAKALAH TENTANG SEDIAAN AEROSOL











Disusun Oleh :
Kelompok : VI
1.      Himatul Aslamiyah    SK 411.006
2.      Yunina Eka Dewi       SK 411.015
3.      Tika Puji Hastuti         SK 411.024






PROGRAM STUDI FARMASI ( DIII )
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
2011


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Berbagai jenis bahan obat dapat digunakan atau diberikan pada tubuh dalam bentuk sediaan aerosol. Bentuk sediaan ini dapat digunakan baik secara oral maupun topikal. Bukan hanya sediaan farmasi saja dapat ditemukan dalam bentuk aerosol, berbagai kosmetik juga saat ini dengan mudah ditemukan dalam bentuk aerosol. Bentuk sediaan ini pada umumnya sering ditemukan untuk pengobatan saluran pernafasan misalnya untuk penanganan simptomatis pada penyakit asma, aerosol topical untuk pengobatan akne (jerawat), dan kosmetik sepertistyling foam untuk penataan rambut. Dalam makalah ini akan dipaparkan berbagai hal yang berkaitan dengan bentuk sediaan aerosol yang meliputi definisi, keuntungan, komposisi, pengemasan, pelabelan serta berbagai jenis penggunaan dan contoh formula aerosol.
























BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Aerosol adalah bentuk sediaan yang mengandung satu atau lebih zat aktif dalam wadah kemas tekan berisi propelan yang dapat memancarkan isinya berupa kabut hingga habis, dapat digunakan untuk obat dalam maupun obat luar dengan menggunakan propelan yang cocok.
Aerosol farmasi adalah bentuk sediaan yang diberi tekanan yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang bila diaktifkan dapat memancarkan butiran-butiran cairan dan/atau bahan-bahan padat dalam media gas.
Arosol sendiri didefinisikan sebagai sistem koloid yang mengandung partikel-partikel padat atau cairan yang sangat halus yang terbagi-bagi didalam dan dikelilingi oleh gas. Ukuran partikel-partikel bahan aktif berkisar antara 0,5 hingga 10 mikrometer, untuk meminimalisir penghantran dan penyimpanannya dalam cairan pernafasan. Sebagian besar menyetujui bahwa ukuran 3 hingga 6 mikrometer adalah yang paling efektif. Jika partikel-artikel bahan aktif lebih besar dari 10 mikrometer, maka akan tersimpan atau tertahan pada saluran pernafasan bagian atas. Sementara jika ukuran partikel kurang dari 0,5 mikrometer, maka akan dikeluarkan ata melekat pada dinding-dinding mulut setelah fase ekshalasi.

2.2 Keuntungan
Ø  Onset yang cepat dalam memberikan aksinya
Ø  Tidak melaui mekanisme first-past effect
Ø  Menghindari terjadinya degradasi pada saluran gastrointestinal
Ø  Dosis yang rendah yang dapat meminimalkan reaksi sampingan/lanjutan
Ø  Titrasi dosis untuk tiap individu yang membutuhkan dan cocok untuk pemberian obat sesuai keperluan
Ø  Rute alternatif bila bahan aktif berinteraksi secara kimia atau fisika dengan obat lain yang diberikan bersamaan
Ø  Pilihan alternatif bila terjadi penghambatan farmakokinetik padaa pemberian oral atau parental
Ø  Mudah dibawa (baik untuk penanganan pada saat kondisi pernafasan akut misalnya pada pasien atshma)
Ø  Lebih murah
Ø  Tersegel baik dan meminimalkan oksidasi terhadap bahan terapeutik dan kontaminasi mikroba
Ø  Efektif untuk penanganan gangguan pernafasan

2.3 Kerugian
Bentuk sediaan aerosol dalam bentuk MDI (Meterd Dose Inhalers):
Ø  MDI biasanya mengandung bahan obat terdispersi dan masalah yang sering timbul berkaitan dengan stabilitas fisiknya
Ø  Seringnya obat menjadi kurang efektif
Ø  Efikasi klinik biasanya tergantung pada kemampuan passien menggunakan MDI yang baik dan benar.

Gambar aerosol fasttrack pharmaceutics-dosage form and design p.188
           

Gambar cara penggunaan aerosolinhalasi :fasttrack-dosage form design p.195
             

2.4 Prinsip aerosol terdiri dari 2 komponen:
Ø  Cairan pekat produk yaitu zat aktif yang dicampur dengan bahan pembantu yang dibutuhkan (antioksidan, emulgator, suspending agent, pelarut) untuk kestabilitas dan efektifitas produk
Ø  Pendorong (propelan) yaitu gas atau campuran gas cair yang diberi tekanan. Bisa juga berfungsi sebagai pelarut atau pembawa cairan pekat produk

2.5 Komponen dasar aerosol:
Ø  Wadah
Ø  Propelan (pendorong)
Ø  Konsentrat (zat aktif)
Ø  Katup  (valve), merupakan bagian yang mendasar dari kemasan aerosol atau kemasan bertekanan dimana mekanisme katup/ valve ini mengeluarkan isi kemasan adalah dengan memancarkannya keluar. Tujuannya adalah:
a.       Membawa cairan dari dasar container atau wadah menuju katup pada bagian atas
b.      Mencegah kehilangan propelan tanpa penggunaan isi kemassan (bila digunakan sesuai dengan petunjuk)
Ø  Penyemprot

Definisi propelan (pendorong) sendiri adalah bagian bahan dari aerosol yang berfungsi mendorong sediaan keluar dari wadah lewat saluran, katup sampai habis. Selain itu juga dapat berfungsi sebagai solvent atau cosolvent. Bahan-bahan yang digunakan sebagai propelan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Gas yang dicairkan :
1.      hidrokarbon klorinasi fluorinasi (halocarbon)
2.      hidrofluorokarbon
3.      hidroklorokarbon
4.      hidrokarbon
5.      ester hidrokarbon
  • Gas yang dikompres: nitrosa




2.6 Penggunaan Aerosol
Aerosol  dapat digunakan sebagai berikut:
  1. Topikal pada kulit yaitu meliputi preparat yang digunakan sebagai antiseptik, antimikotik, antipruriginosis, antialergik luka bakar dan anestesi lokal. Contohnya: sediaan yang beredar di masyarakat adalah Rogaine Foam mengandung 5 % minoxidil yang telah terbukti secara klinis dapat menumbuhkan kembali 85 % rambut pria dalam 16 minggu dengan pemakaian 2 kali sehari.
  2. Lokal hidung (Aerosol intranasal)
  3. Lokal mulut (Aerosollingual)
  4. Lokal paru-paru (Aerosol inhalansi), memiliki kerja lokal pada selaput mukosa saluran pernafasan. Ukuran partikel berkisar antara 10-50 mikrometer. Ukuran partikel aerosol inhalansi lebih kecil dari 10 mikrometer.

bentuk sediaan untuk saluran pernafasan, yaitu: metered-dose inhaler (MDIs), dry-power inhaler dan nebulizers. MDIs adalah sistem yang paling umum digunakan selama lebih dari 50 tahun. Volume produk biasanya 25-100 mikrometer yang dikemas dalam wadah kaleng kecil (canister).

2.7 Sistem Aerosol:
  1. Sistem dua fase: sistem aerosol yang paling sederhana, terdiri dari fase cair yang mengandung propelan cair  dan cairan pekat produk serta fase gas. Sistem ini digunakan untuk formulasi aerosol penggunaan inhalasi atau penggunaan intranasal. Space spray terdiri dari 2% hingga 20% bahan aktif dan 80% hingga 98% propelan. Ukuran partikel yang dihasilkan kurang dari 1 hingga 50 mikrometer. Surface coating merupakan produk konsentrat yang terdiri dari 20% hingga 75% bahan aktif dan 25% hingga 80% prepelan. Ukuran partikel yang dihasilkan berkisar antara 50 hingga 200 mikrometer.
  2. Sistem tiga fase: sistem yang terdiri dari lapisan air-cairan propelan yang tidak bercampur, lapisan pekat produk yang sangat berair, serta gas.
Ø  Sistem dua lapisan, pada sistem ini propelan cair, propelan gas dan larutan bahan aktif akan membentuk tiga fase. Propelan cair dan air, tidak bercampur, propelan cair akan terpisah sebagai lapisan yang tidak bercampur.
Ø  Sistem foam/busa, terdiri dari sistem tiga fase dimana propelan cair tidak lebih dari 10% bobotnya, yang diemulsikan dengan propelan.Jika katup atau valve ditekan, emulsi akan dikeluarkan melalui nozel dan dengan adanya udara hangat dan tekanan atmosfer, propelan yang terperangkap berubah menjadi bentuk gas yang menguap dan mengubah emulsi menjadi foam/busa.
  1. Sistem gas bertekanan (psia, pound per inci persegi)
Digunakan untuk produkpadat, spray kering atau foam. Produk ini menggunakan gas inert seperti nitrogen, karbondioksida, atau nitrogen dioksida sebagai propelan.

2.8 Pewadahan/Pengemasan
Wadah aerosol dapat digunakan bahan-bahan berikut ini:
  • Kaleng timah berlapis baja, merupakan wadah yang cukup murah untuk melindungi isi kemasan, digunakan sebagai wadah aerosol produksi skala besar. Umumnya cat rambut dikemas menggunakan wadah ini.
  • Aluminium, merupakan kemasan dengan kekuatan tambahan yang mempunyai  ukuran bervariasi antara 10 mL hingga 45 floz.
  • Kaca, untuk bahan-bahan obat dan farmasi, tidak adanya inkompabilitas, dan juga untuk nilai estetik.
  • Plastik, wadah dapat berupa plastic jernih atau berwarna dengan penambahan pewarna, bahan ini meminimalkan terjadinya kerusakan (pecah), absorbsi shock selama pengkerutan, dan melindungi bahan-bahan obat dari sinar UV.

2.9 Cara pengepakan aerosol meliputi:
Ø  Cold filling
Ø  Pressure filling

2.10 Pelabelan/Penandaan
Sesuai dengan aturan, produk aerosol harus mencantumkan label sesuai dengan anjuran pengamanan, seperti:
  1. Perhatian isi bertekanan
  2. Jangan menusuk wadah
  3. Jangan terpapar panas atau simpan pada suhu dibawah 40° C
  4. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
Tetapi, jika aerosol menggunakan propelan halokarbon atau hidrokarbon maka harus sesuai aturan FDA, yaitu:
  1. Perhatian- Jangan dihirup langsung : menghirup isi dengan sengaja dapat menyebabkan kematian
  2. Perhatian- Gunakan sesuai petunjuk : penggunaan atau menghirup dengan sengaja isi kemasan dapat berakibat fatal.
Contoh Formula aerosol:
1.      Aerosol inhalasi

2.      Aerosol foam (kosmetik / personal care)



















DAFTAR PUSTAKA

1.      Ditjen POM RI. Farmakope Indonesia Edisi Keempat. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. 1995
2.      Ditjen POM RI. Farmakope Indonesia Edisi Ketiga. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. 1979
3.      Blogspot.com/Pengertian Aerosol.html / diakses Oktober 2011
4.      Blogspot.com/ Pengertian Sediaan Aerosol.html/diakses November 2011
5.      Drs. H.A. Syamsuni, Apt.Ilmu Resep. Buku Kedokteran. Jakarta.2006






















BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Aerosol adalah bentuk sediaan yang mengandung satu atau lebih zat aktif dalam wadah kemas tekan, berisi propelan yang dapat memancarkan isinya, berupa kabut hingga habis, dapat digunakan untuk obat dalam atau obat luar dengan menggunakan propelan yang cocok. Sediaan aerosol yang beredar dipasaran dapat berupa sediaan farmasi untuk pemakaian dalam untuk penanganan gangguan pernafasan atau penyakit astma (misalnya Meptin® inhaler, Berotec® inhaler dan Ventolin® inhaler) juga untuk pemakaian luar (misalnya etil klorida spray) dan  juga untuk produk kosmetik (misalnya jenis styling foam untuk penataan
rambut). Bentuk sediaan ini dapat dikemas dalam wadah kaleng, aluminium,
kaca maupun plastik.