Selasa, 15 April 2014



BULETIN
PELAYANAN INFORMASI OBAT
Edisi : Desember 2013
 
 





EDISI INI : Sakit Gigi
Artikel     : Mengenal Obat Tradisional untuk Sakit Gigi
Farmasi On The Phone

Sakit gigi adalah rasa nyeri pada gigi. Sakit gigi disebabkan oleh berbagai masalah pada gigi dan rahang, seperti karies gigi atau gigi berlubang, gusi bengkak atau gingivitis, tumbuhnya gigi geraham bungsu.
Tanda dan Gejala Gigi Berlubang : 
· Gigi berlubang dan berwarna kehitaman
· Gigi terasa sakit
· Gusi bengkak dan berwarna merah
· Gusi berdarah
· Napas bau busuk
Penyebab Gusi Bengkak
· Adanya bakteri pada plak yang menginfeksi jaringan gingiva, sehingga terjadi infeksi
· Penggunaan obat tertentu (seperti obat antihipertensi, obat epilepsi) secara rutin dalam jangka waktu yang lama, namun dapat diatasi dengan menghentikan pengobatan
· Kelainan genetik atau penyakit sistemik seperti pada pasien diabetes mellitus yang tidak terkontrol.
Terapi untuk sakit gigi
·  Diberikan obat analgetik, jika terjadi infeksi diberikan obat antibiotik
·  Kumur-kumur dengan air garam hangat
·  Jika gusi bengkak kumur dengan air rebusan daun sirih
·  Periksa ke dokter gigi atau puskesmas
·  Bila gigi berlubang sebaiknya di cabut atau di tambal.
·  Menggosok gigi tepat waktu
·  Gosoklah gigi secara benar
Sumber :


Written by :
                                                                                           Himatul Aslamiyah
                                                                                    (Mahasiswi Farmasi (DIII) STIKES Kendal)

 Berkembangnya berbagai macam penyakit sekarang ini menyebabkan kehidupan yang sehat menjadi hal yang langka dan mahal. Berbagai macam obat memang sudah beredar, namun pemakaiannya harus diperhatiakn agar tidak berdampak negatif.
Akhir-akhir ini, kehidupan modern sudah mulai beranjak kembali kepada obat-obatan tradisional. Fenomena ini terjadi karena manusia mulai menyadari pentingnya mengonsumsi obat-oba tan atau ramuan tradisional yang tidak ada efek sampingnya di kemudian hari. Penggunaan ramuan tradisional juga sudah menjadi trend yang cukup bergengsi. Penggunaan obat tradisional, atau sering disebut sebagai ramuan herbal, ini dikenal oleh masyarakat tradisional sejak zaman dulu.
Ramuan tradisional biasanya diolah dari dedaunan atau akar-akaran yang mempunyai banyak khasiat. Namun, di zaman sekarang perlu juga berhati-hati mengonsumsi ramuan tradisional ini, misalnya jamu-jamuan. Sekarang sudah banyak jamu yang ternyata dicampur dengan bahan kimia, yang seharusnya menyehatkan, malah bisa mengganggu kesehatan. Bahkan bisa jadi, jamu-jamu yang dicampur dengan bahan kimia berakibat lebih fatal dibandingkan dengan obat-obatan kimia itu sendiri, jika tidak ada aturan yang jelas mengenai kombinasi obat-obatan herbal tersebut. Oleh karena itu, pemanfaatan ramuan tradisional dengan formulasi yang tepat tentu akan lebih efektif dan aman.
Sakit gigi sering kali disebabkan oleh gigi berlubang karena email gigi yang terkikis oleh bakteri, sehingga menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Selain itu, sakit gigi juga sering terjadi karena makanan yang tersisa di mulut dan sela-sela gigi diuraikan oleh bakteri dan menjadi asam. Hasil akhir dari penguraian tersebut adalah plak gigi. Inilah yang menyebabkan gigi terkikis dan jika dibiarkan terus akan menyebabkan sakit gigi. Gejala yang terasa adalah sakit pada bagian gigi dan gusi, terkadang disertai dengan produksi air liur yang berlebihan.
Bakteri yang berperan penting dalam pembentukan plak adalah bakteri yang mampu membentuk polisakarida ekstraseluler, yaitu bakteri dari genus Streptococcus. Bakteri Streptococcus yang ditemukan dalam jumlah besar pada plak penderita karies adalah Streptococcus mutans.
Kandungan senyawa pada daun sirih :
·       Minyak atsiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida /anti jamur
·       kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap
Ramuan tradisional sakit gigi :
Ambillah 10-15 lembar daun sirih tua dicuci dengan air bersih kemudian direbus (airnya 4-6 gelas). Setelah mendidih dan didinginkan, kemudian disaring dalam gelas. Tanpa diminum tetapi digunakan sebagai cairan kumur-kumur. Setelah 2-3 kali menggunakan air rebusan ini, rasa sakit dan goyahnya kedudukan gigi, akan berkurang atau hilang samasekali.

Sumber :
·       Murti, Tendi Krishna dan Astri Pratiwi Poerba. 2010. 101 Ramuan Tradisional Untuk Mengatasi berbagai penyakit. Insania. Yogyakarta.

·       http://id.wikipedia.org/wiki/Sirih.html (diakses 4 Desember 2013)
MY STORY

aku seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di daerahku. di kampus inilah aku mengenal berbagai hal mulai dari arti teman, arti hidup, dan cinta.....

TEMAN
aku g nyangka bisa sekampus dan sekelas lagi dengan sahabatku yang aku kenal sejak aku duduk di bangku SMP. awal masuk kami selalu bersama bahkan dimana ada aku pasti ada dia, sampai2 temen2ku memanggil dua nama kami. yah, mungkin takut salah panggil kaleee yaaa,,,,,
tapi hal itu bertahan selama satu semester, aku dan dia kini sudah jarang bergaul bersama. banyak hal yang kami singgung masalah ini, tentang cinta dan prestasi (khususnya).
soal percintaan seringnya kami saling suka dengan orang yang sama, g semua orang sie,,,,, tapi kebanyakan begitu,,,,hehehheehehe........... dari si A, si B, si C, si D.... tapi untuk yang si D, aku sebenarnya hanya ingin nyomblangin dia,,,,, tapi GAGAL.......
soal prestasi, pertama kali hasil IP di umumkan aku bener g nyangka jika IP-ku melebihi target (meskipun g tinggi sie,,,,)..... tapi di sisi lain aku melihat sahabatku yang kecewa dengan hasil IP-nya, aku berusaha memberikan semangat untuknya,,,, sampai akhirnya setiap hasil ujian niali2-ku selalu di hitung olehnya, bahkan aku sendiri g sempat ngitung dia udah ngitung duluan,,,,, aku juga sempat meluapkan amarahku ke dia karna aku berfikir jika aku dijadikan bahan acuan,,,,,,,, tapi setelah kejadian itu aku berfikir, "G seharusnya aku seperti itu, seharusnya aku itu bangga denganya karna dengan dia begitu dia mempunyai semangat dalam bidang prestasi"......... semua itu mungkin sia-sia karna sekarang aku dan dia udah tidah bersama lagi...............

HIDUP
aku cukup senang karna aku bisa kuliah di salah satu profesi yang aku cita-citakan. disini aku mempelajari arti hidup. dengan biaya kuliah yang tidak murah, aku menghargai kerja keras kedua orang tuaku yang mati-matian membiayainya...... aku dengan otak yang pas-pasan harus mulai bekerja keras dalam belajar. orang tuaku jua sering bingung memikirkan  biaya yang di tanggung tiap semesternya. dengan hal dan kejadian itu aku jadi mempunyai prinsip yang nantinya harus aku wujudkan, "jika semua yang orang tuaku lakukan saat ini harus terbayarkan dan terwujud sesuai apa yang mereka inginkan...."

CINTA
Di kampus inilah aku bisa mengenal indahnya jatuh cinta.....
aku mulai jatuh cinta saat diakhir masa ospek ku..... aku melihat ada seseorang yang ramah, cakep, baik, murah senyum......
awal semester aku g nyangka bisa melihatnya setiap hari selain di kampus,,,, dia adalah teman dari anak kuliahan yang ngontrak rumah di dekat rumahku..... beranjak semester kedua, aku bisa duduk berhadapan daan bertatap muka untuk yang pertama kalinya, yaitu di perpus. semenjak itu aku mulai mencari info tentang dia, dari nomer handphone-nya, tempat dia sekolah dulu, akun sosial media dia, tempat tinggalnya, bahkan aku sampai hafal plat nomer kendaraannya (H 6948 HM). sejak saat itu, aku lebih sering ketemu denganya.

  • duduk berdampingan pertama kali di perpus
  • bertabrakan pertama kali di perpus
  • saling sapa untuk yang pertama
  • berbincang-bincang pertama kali, meskipun harus teriak2
  • berangkat kampus bareng untuk yang pertama kali,,,,
  • di mushola bareng dia untuk yang pertama kali
  • duduk dan ngobrol sepuanya dengan dia,,,,
kisah cintaku ini udah terbayarkan, karna aku udah nyatain perasaan aku ke dia meskipun tidak secara langsung, senggaknya aku udah lega.....
sejak saat itu aku dan dia malah tambah sering kontak, meskipun g jadian sie,,,,,
seminggu sebelum puasa aku udah g pernah ketemu dan kontak dengannya,,,,,, 4 bulan berikutnya ada kabar jika dia akan di wisuda, aku berkeinginan untuk datang ke acara wisudanya..... disana aku mendengar sana-sini yang banyak mengaguminya,,,, aku jadi mikir "apakah aku seperti orang yang sedang mengagumi dia???".... selesai acara aku meminta temannya untuk membujuk dia agar aku bisa foto bareng dengannya,,, meskipun g foto berdua, senggaknya aku foto di sampingnya.... hal terakhir yang membuat aku segitu gembiranya. setelah kejadian itu aku sudah tidak pernah melihatnya, karna dia harus merantau ke ibu kota.......... dengan aku kenal dia, aku dekat dengan dia, aku cukup senang meskipun g jadi salah satu bagian dari hidupnya,,,,, karna dia aku bisa melawan semua masalah yang ada, dengan melihatnya tersenyum semua masalah beres....hehehhehehehe,,,, aku mengucapkan terima kasih karna kau, aku bisa merasakan indahnya jatuh cinta..........

farmakologi antifungi


BAB I
KASUS

Ada seorang ibu yang bernama X (umur 32 tahun) datang ke apotek dan mengeluhkan kalau sela-sela jari kakinya gatal, ada lepuhan-lepuhan kecil, kulit di sekitarnya menjadi kemerahan, dan saat direnggangkan terlihat retak-retak serta rasanya perih. Gejala ini dirasakan oleh pasien tersebut selama ± 5 hari. Ibu tersebut juga menanyakan obat dan terapi apa yang cocok untuk penyakitnya.



BAB II
PENDAHULUAN

A.    Definisi
Penyakit yang terjadi pada kasus tersebut adalah tinea pedis, yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit. Penyebabnya adalah jenis jamur Trichophyton, penyakit ini sangat menular. Penyakit ini sering menyerang orang yang selalu bersinggungan dengan air kotor, tempat-tempat lembab dan basah yang memudahkan terjangkitnya penyakit.
Gejala penyakit ini seperti, adanya lepuhan-lepuhan kecil, kulit disekitarnya menjadi merah, bila direnggangkan akan terlihat seperti retakan-retakan dan rasanya sangat perih. Penyebarannya melalui penggunaan kamar mandi yang secara bersama, dan ruang ganti umum. Apabila digaruk maka penyebarannya akan lebih cepat, yang di karenakan lepuhan-lepuhan tadi berisi air itu pecah dan mengakibatkn infeksinya makin parah.
B.     Epidomologi
Di negara yang beriklim tropis seperti Indonesia dengan kelembaban udara relatif tinggi, akan menyebabkan keringat mudah keluar yang dapat memicu terjadinya penyakit jamur. Semakin banyak mengeluarkan keringat atau semakin lama berkesinambungan dengan air maka semakin cepat pula penyakit jamur itu terjadi. Apalagi berkesinambungannya dengan air kotor. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang dewasa.
Manusia Indonesia memiliki tingkat kesadaran yang kurang akan kebersihan lingkungannya. Sehingga mikrobia yang ada di udara mudah menyerang kesehatan manusia itu sendiri, salah satunya adalah jamur.


C.     Pengobatan
Antifungi adalah suatu obat yang digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh jamur. Menurut indikasi klinis obat-obat antijamur dapat dibagi atas 2 golongan, yaitu:
1.      Antijamur untuk infeksi sistemik, termasuk:
a)      Amfoterisin B, antibiotik ini berikatan kuat dengan ergesterol yang terdapat pada membrane sel jamur. Ikatan ini akan menyebabkan membrane sel bocor sehingga terjadi kehilangan beberapa bahan intrasel dan mengakibatkan kerusakan yang tetap pada sel.
b)      Flusitosi,, merupakan antijamur sintetik yang berasal dari fluorinasi pirimidin, dan mempunyai persamaan struktur dengan fluorourasil dan floksuridin. Obat ini efektif untuk pengobatan kriptokokosis, kandidiasis, dan aspergilosis.
c)      Imidazol (ketokonazol, flukonazol, itrakonazol), merupakan antijamur sistemik yang diberikan secara oral tetapi obat ini tidak boleh diberikan pada wanita hamil (tertama pada trimester pertama karena dapat menyebabkan kelainan pada janin).
2.      Antijamur untuk infeksi dermatofit dan mukokutan, termasuk;
a.       Griseofulvin, merupakan antijamur dermatofit seperti Trichophyton, Epidermophyton, dan Microsporum.
b.      golongan imidazol (mikonazol, klotrimazol, ekonazol, isokonazol, tiokonazol, dan bifonazol), merupakan obat antijamur yang diberikan secara topikal atau hanya dioleskan pada daerah yang sakit.
c.       Nistatin, merupakan antibiotik yang dapat menghambat pertumbuhan jamur dan ragi tetapi tidak efektif terhadap bakteri, protozoa, dan virus.
d.      Tolnaftat, merupakan obat antijamur yang diberikan secara topikal dan efektif untuk pengobatan sebagian besar dermatofit tapi tidak efektif terhadap kandida.
e.       Antijamur topical lainnya (kandisidin, asam undesilenat, dan natamisin), merupakan obat antijamur secara topikal tetapi khasiatnya tidak sebaik obat lainnya.
 
BAB III
PEMECAHAN MASALAH

A.    Pengobatan Non Obat / Terapi
1)      Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar
2)      Hindari terlalu sering kontak langsung dengan air kotor
3)      Bersihkan tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas
4)      Jangan memakai sepatu orang lain
5)      Kenakan kaus kaki yang terbuat dari kain yang cepat kering atau menjaga kelembaban kulit. Jangan lupa untuk mengganti kaus kaki Anda setiap hari, dan cepat mengganti jika kaus kaki basah.
6)      Pisahkan barang pribadi (handuk, baju, sepatu) anda, dari barang pribadi orang lain.

B.     Pengobatan Farmakologi
Ø  Salep mikonazol (topikal), indikasi; untuk mengobati infeksi kulit dan kuku yang disebabkan jamur Trichophyton, Epidermophyton, microsporum, Candida, dan Malassezia furfur. Seperti kutu air, kadas, kurap, panu, dll.
Aturan pemakaian; dioleskan sekali atau dua kali sehari selama 10 hari berturut-turut. Dan pemakaiannya harus berlanjut jangan sampai terhenti agar infeksi jamur tersebut tidak membekak atau melebar.
Efek samping; iritasi dan sensitivitas kulit.
Alasan; obat ini lebih efektif , ekonomis, aman digunakan, dan kinerja atau reaksinya cepat, serta cara penggunaannya yang mudah dan praktis.




BAB IV
PEMBAHASAN

Pengobatan untuk penyakit yang disebabkan oleh jamur penyembuhannya cukup lama. Untuk topikal (krim) dioleskan sekali atau dua kali sehari, dan pengobatan harus dilakukan  selama 7 sampai 10 hari setelah ruam hilang seluruhnya, dan pengobatannya tidak boleh sampai lupa atau terlewatkan. Karena penyembuhannya menjadi lambat, bahkan jika krim tersebut dihentikan dengan segera maka infeksi tersebut tidak bisa dibasmi, dan ruam tersebut akan kembali lagi.
v  Mikonazol, merupakan turunan dari imidazol sintetik yang stabil, dan mempunyai spektrum antijamur yang lebar terhadap dermatofit. Obat ini lebih aktif dan efektif terhadap dermatofit biasa dan Candida dari pada fungistatik lainnya tetapi kurang berkhasiat terhadap Aspergillus. Obat ini menghambat aktivitas jamur Trichophyton, Epidermophyton, Microsporum, Candida dan Malassezia furfur.
Dosis: infeksi kulit 1-2 kali sehari selama 10 hari untuk mengantisipasi infeksi tersebut datang kembali. Efek samping: jarang terjadi, iritasi lokal, reaksi alergi dan rasa terbakar di kulit. Peringatan: untuk kehamilan pada trimester pertama sebaiknya dihindari, agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.
v  Asam Undesilenat, merupakan obat antijamur yang berperan untuk menekan luasnya peradangan oleh infeksi jamur dermatofit dalam konsentrasi 5-10%. Dosis: dioleskan 2-3 kali sehari pada bagian yang terinfeksi selama 14 hari. Efek samping: jarang terjadi, iritasi, dan rasa terbakar. Meskipun Obat ini dapat menghambat petumbuhan jamur, tetapi reaksinya tidak seefektif mikonazol.



BAB V
KESIMPULAN

Ø  Tinea pedis (kutu air), yaitu suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofit. Penyebabnya adalah jenis jamur Trichophyton, penyakit ini sangat menular.
Ø  Menurut indikasi klinis obat-obat antijamur dapat dibagi atas 2 golongan, yaitu:
1.   Antijamur untuk infeksi sistemik
2.    Antijamur untuk infeksi dermatofit dan mukokutan
Ø  Obat yang cocok untuk infeksi jamur dermatofit adalah mikonazol.
Ø  Pengobatan non farmakologi / terapi;
1)      Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar
2)      Hindari terlalu sering kontak langsung dengan air kotor
3)      Bersihkan tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas
4)      Jangan memakai sepatu orang lain
5)      Kenakan kaus kaki yang terbuat dari kain yang cepat kering
6)      Pisahkan barang pribadi (handuk, baju, sepatu) anda, dari barang pribadi orang lain.




DAFTAR PUSTAKA

·         Syarif.Amir.dkk,1972, Farmakologi dan Terapi, FKUI; Jakarta
·         Agoes.Azwar.dkk, 2008, Kumpulan Kuliah Farmakologi, Buku Kedokteran EGC; Jakarta
·         Anonim, 2011, ISO Indonesia, PT. ISFI; Jakarta
·         Anonim, 2008, Informatorium Obat Nasional Indonesia, Badan POM RI; Jakarta
·         Drs. Kirana.Rahardja.dkk, 2007, Obat-Obat Penting, PT. Elex Media Komputindo; Jakarta