Selasa, 15 April 2014

MAKALAH MIKROBIOLOGI
“ALGA”






Disusun Oleh:
Himatul Aslamiyah     (SK411006)




PROGRAM STUDI FARMASI (DIII)
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
2012



BAB I
PENDAHULUAN

                   I.      Latar Belakang
Kingdom Protista adalah suatu oganisme eukariotik yang brsel tunggal. Kingdom Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
a.    Algae (Protista mirip tumbuhan)
b.   Protozoa (Protista mirip hewan)
c.    Jamur lendir (Slime molds) dan jamur air (water molds). Keduanya disebut Protista mirip jamur.
Protista memberikan peran penting bagi kehidupan manusia, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, seperti algae (Chorella yang digunakan sebagai bahan makanan tambahan, karena mengandung protein yang tinggi).
Algae (bentuk jamak dari alga) adalah protista mirip tumbuhan, karena tubuhnya terdapat talus (belum dapat dibedakan antara bagian akar, batang, dan daun). Alga bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dan secara seksual (generatif).

                II.      Rumusan Masalah
Dalam pembuatan makalah ini dapat dirumuskan masalah, sebagai berikut:
a.       Apa saja ciri-ciri dari alga?
b.      Bagaimana cara reproduksi alga?
c.       Ada berapakah klasifikasi dari alga?
d.      Apa saja alga yang menguntungkan dan merugikan?



BAB II
ISI

Alga adalah protista yang mirip dengan tumbuhan, karena tubuhnya terdapat talus (bagian tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun).

A.    Ciri-ciri Alga
Ø  Bersel eukariotik (sudah mempunyai membrane sel yang sesungguhnya)
Ø  Uniseluler (bersel satu) dan multiseluler (bersel banyak)
Ø  Berhabitat di lingkungan air (air laut dan air tawar)
Ø  Autotrof (dapat menghasilkan makanan sendiri, karena memiliki klorofil).
Ø  Bereproduksi secara vegetative (aseksual) dan generative (seksual)

B.     Reproduksi Alga
1.      Secara vegetative
Perkembangbiakan ini dapat terjadi melalui pembelahan sel, pembentukan spora kembara atau zoospora, dan fragmentasi.
Pembelahan sel, menghasilkan dua sel anak yang masing-masing akan menjadi individu baru. Reproduksi dengan cara pembelahan selumumnya terjadi pada alga bersel tunggal (uniseluler).
Pembentukan spora kembara / zoospora, protoplasma sel tunggal yang terselubungi oleh dinding sel baru serta mempunyai flagel (bulu cambuk). Bila dinding sel induk pecah, maka sel-sel anakan akan keluar dan mampu berenang dengan alat geraknya (flagel).
Fragmentasi, biasanya terjadi pada alga uniseluler yang berkoloni atau berbentuk benang, yang terdapat sel tertutup lendi dan mati. Bila pecah akan terbagi menjadi beberapa bagian yang nantinya akan menjadi sel individu baru.
2.      Secara generative
Perkembangbiakan ini dapat terjadi dengan cara isogami, anisogami, dan oogami.
Isogami, perkembangbiakan secara kawin antara sel jantan dengan sel betina yang berukuran sama.
Anisogami, perkembangbiakan secara generative yang jenis kelaminnya dapat dibedakan dari ukurannya (sel kelamin jantan lebih kecil daripada sel kelamin betina).
Oogami, perkembangbiakan antarorganisme yang berbeda jenis kelaminnya dan masing-masing jenis telah mempunyai gamet, yaitu gamet jantan (spermatozoid) dan gamet betina (ovum).

C.    Klasifikasi Alga
a.       Chlorophyta (Alga Hijau)
Chlorophyta adalah kelompok alga yang memiliki pigmen hijau yang dominan. Ciri-ciri jenis alga ini, yaitu warna utama hijau (klorofil a dan b, karotenoid), bersel uniseluler dan multiseluler, mempunyai 2 flagel, komponen dinding selnya adalah selulosa, dan berhabitat terbanyak di air tawar tetapi beberapa di air laut. Contohnya Chlorococcum, Chlorella, Chlamydomonas, Spirogyra, Volvox globator, Hydrodictyon, Ulothrix, Oedogonium, Ulva lactuva, dan Chara.
b.      Chrysophyta (Alga Keemasan)
Chrysophyta adalah kelompok alga yang memiliki pigmen karotin yang dominan. Ciri-ciri jenis alga ini, yaitu warna utama kuning keemasan (klorofil a dan c, karotenoid, xantofil), bersel uniseluler dan multiseluler, mempunyai 1 atau 2 alat gerak (flagel), komponen dinding selnya adalah komponen pectin dengan material silika, dan berhabitat di air tawar. Contonhya Ochromonas, Navicula atau Diatom, dan Vaucheria.
c.       Phaeophyta (Alga Cokelat)
Phaeophyta adalah kelompok alga yang memiliki pigmen fikosantin yang dominan. Ciri-ciri alga ini, yaitu warna utama coklat pudar (klorofil a dan c, karotenoid, xantofil), bersel multiseluler, mempunyai 2 alat gerak (flagel), komponen dindingnya adalah matriks selulosa dengan polisakarida lain, dan berhabitat di air laut. Contonhya Sargassum, Turbinaria, dan Fucus.
d.      Rhodophyta (Alga Merah)
Rhodophyta adalah kelompok alga yang memiliki pigmen fikoeritrin yang dominan disamping fikosianin dan kloroplas. Ciri-ciri alga ini, yaitu warna utama merah hingga hitam (klorofil a, karotenoid, fikobilin, beberapa klorofil d), bersel multiseluler, tidak mempunyai alat gerak (flagel), komponen dinding selnya adalah matriks selulosa dengan polisakarida lain, dan berhabitat terbanyak di air laut tetapi beberapa di air tawar. Contonhya Eucheuma, Chondrus dan Lenmotaria, dan Gelidium dan  Gracilaria.

D.    Alga yang Menguntungkan
·         Chlorella dimanfaatkan sebagai bahan makanan tambahan (food supplement) karena mengandung protein yang tinggi.
·         Spirogyra dimanfaatkan sebagai bahan sayuran, karena dapat berfotosintesis.
·         Navicula dimanfaatkan sebagai penyerap trinitrogliserin (TNT) pada bahan peledak. Selain itu dimanfaatkan sebagai campuran semen dan sebagai bahan penggosok.
·         Laminaria dimanfaatkan di bidang industri tekstil (bahan pembuat gel, seperti hand and body), bidang makanan (ice cream), dan dimanfaatkan untuk membuat obat-obatan karena menghasilkan garam sodium, potassium, dan iodine.
·         Gelidium dimanfaatkan sebagai bahan pembuat agar-agar yang dapat dimakan.
·         Eucheuma dimanfaatkan sebagai bahan pembuat agar-agar untuk keperluan laboratorium.
·         Gracillaria dimanfaatkan sebagai bahan campuran untuk es rumput laut.
  
E.     Alga yang Merugikan
·         Alga hijau dapat mengganggu suatu perairan yang terlalu subur, karena alga ini dapat merubah warna airnya dan menimbulkan bau.
·         Alga merah bila terbanyak jumlahnya di laut akan menyerap O2, sehingga menyebabkan populasi hewan yang ada di laut (ikan) akan berkurang / mati.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Ø  Alga adalah protista yang mirip dengan tumbuhan, karena tubuhnya terdapat talus (bagian tubuhnya tidak dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun).
Ø  Ciri-ciri alga, seperti bersel eukariotik, uniseluler dan multiseluler, berhabitat air laut maupun air tawar, autotrof, dan bereproduksi secara vegetative dan generative.
Ø  Klasifikasi alga ada empat, yaitu Chlorophyta (Alga Hijau), Chrysophyta (Alga Keemasan), Phaeophyta (Alga Cokelat), dan Rhodophyta (Alga Merah).
Ø  Alga ada yang menguntungkan (seperti Chlorella, Spirogyra, Navicula, dll) dan ada yang merugikan (seperti alga hijau dan alga merah).

B.     Saran-saran
§  Bila ingin di konsumsi pilihlah alga yang memang dimanfaatkan sebagai makanan (seperti Gracillaria, Gelidium, Chlorella).



DAFTAR PUSTAKA

Prawirohartono,Slamet dan Hidayati,Sri. 2007. Sains Biologi. Bumi Aksara; Jakarta
Drs.Sudjino, M.S. dkk. 2004. Biologi. Sunda Kelapa; Jakarta
http;//alga.blogspot.com/2010,html
http;//kamus-pengetahuan.blogspot.com/2009/05/19,html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar